UNHI Denpasar - Sagara Widya
Gambar Latar UNHI Denpasar
Pendidikan Tinggi

UNHI Denpasar

Denpasar, Bali

Tentang Institusi


Berdirinya Universitas Hindu Indonesia, berawal dari keinginan Para Majelis Agama Hindu membangun atau mengadakan asrama Pangadyayan (Perguruan Tinggi Agama) sebagai tempat untuk mempelajari dharma. Keinginan tersebut terdapat dalam suatu keputusan yang kemudian lebih dikenal dengan nama “Piagam Campuhan Ubud” dan tercetus pada pertemuan yang disebut Dharmacrama yang bertempat di Campuhan Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali.

Butir II Piagam Campuhan Ubud inilah yang menjadi titik tolak atau tonggak sejarah pendirian Perguruan Tinggi Agama Hindu dengan nama Maha Widya Bhawana atau Institut Hindu Dharma (IHD). Cita-cita luhur tersebut dapat diwujudkan dua tahun kemudian yaitu pada tanggal 3 Oktober 1963, bertepatan pula dengan hari Purnama Kartika (Purnama Sasih ke 4). Pada hari yang bersejarah ini lahirlah Lembaga Pendidikan Tinggi Agama Hindu yang pertama di bumi Nusantara ini.

Pada awal berdirinya IHD hanya mengasuh dua fakultas yakni Fakultas Agama dan Kebudayaan serta Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Jurusan Biologi. Dibukanya dua fakultas ini sesuai dengan keinginan dan aspirasi yang berkembang ketika itu. Agama dan Kebudayaan merupakan dua aspek yang cukup penting untuk dilestarikan dan dikembangkan sehingga nantinya mampu menunjukkan peran sertanya dalam kancah pembangunan Nasional. Sementara dibukanya Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, khususnya Jurusan Biologi dimaksudkan agar makna Kitab Usada (Ilmu Pengobatan Tradisional) semakin tergali dan dapat disebarluaskan di masyarakat.

Semakin tinggi animo masyarakat, menyebabkan pengelola IHD mulai mempertimbangkan untuk membuka fakultas-fakultas baru atau memodifikasi fakultas yang telah ada. Oleh karena itulah dibuka beberapa fakultas lagi guna menampung berbagai aspirasi yang berkembang di masyarakat.

Pada akhirnya IHD memiliki empat fakultas masing-masing: Fakultas Ilmu Agama, Fakultas Ilmu Pendidikan Agama, Fakultas Hukum Agama, serta Fakultas Sastra dan Filsafat Agama. Dengan empat fakultas ini, IHD semakin dikenal sebagai pengelola Pendidikan Tinggi yang berafiliasi agama Hindu. IHD berhasil melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi dengan sukses, baik dalam bidang pengajaran, penelitian, dan pengabdian pada masyarakat.

Namun demikian, setelah 30 tahun IHD berdiri, yang merupakan satu-satunya Lembaga Perguruan Tinggi Agama Hindu di Indonesia sampai saat itu belum bisa menghasilkan sepenuhnya para sarjana yang mampu menjawab perubahan dan tantangan zaman pada saat itu. Sehingga mereka banyak yang kalah bersaing dalam pasaran tenaga kerja dengan para sarjana lulusan Perguruan Tinggi lainnya. Hal ini mengakibatkan banyak sarjana IHD menjadi pengangguran.

Hendaknya disadari bahwa, pengelolaan Perguruan Tinggi akan menjadi sulit apabila mahasiswa yang dibina sangat minim. Ide untuk mengembangkan diri secara lebih terbuka dan dapat menampung aspirasi yang lebih bervariasi mulai muncul. Dalam konteks nasional pembangunan dilaksanakan di dalam rangka pembangunan manusia Indonesia seutuhnya dan pembangunan seluruh masyarakat Indonesia. Dalam proses ini maka seluruh lapisan masyarakat termasuk umat Hindu, harus ikut secara aktif dalam perencanaan dan pelaksanaannya.

Usaha-usaha di dalam penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi, keterampilan khusus, mutlak diperlukan tentunya tanpa bertentangan dengan nilai-nilai agama Hindu. Melihat hal itu, dan melihat juga latar belakang berdirinya IHD yang semata-mata didorong oleh keinginan luhur dan kurangnya pembinaan terhadap umat Hindu di masa lalu, sudah sepantasnya dirubah bentuknya menjadi Universitas Hindu yang disesuaikan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan tantangan-tantangan yang semakin komplek dewasa ini.

Dan dengan dikeluarkannya Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia No. 75/D/O/1993 tertanggal 19 Mei 1993, maka secara resmi Universitas Hindu Indonesia (UNHI) berdiri di kota Denpasar

Informasi Perguruan Tinggi


Daftar Program Studi

Akuntansi

S1 Aktif Akreditasi: Baik

Mahasiswa

143

Biologi

S1 Aktif Akreditasi: Baik Sekali

Mahasiswa

7

Evaluasi Pendidikan Agama Hindu

S2 Non Aktif

Fisioterapi

D4 Aktif Akreditasi: Baik

Hukum Adat

S1 Aktif Akreditasi: Baik

Mahasiswa

7

Hukum Agama Hindu

S1 Aktif Akreditasi: Baik Sekali

Ilmu Agama dan Kebudayaan

D3 Aktif Akreditasi: Unggul

Ilmu Agama Dan Kebudayaan

S2 Aktif Akreditasi: A

Mahasiswa

50

Ilmu Filsafat Hindu

S1 Aktif Akreditasi: A

Mahasiswa

25

Kesehatan Ayurweda

S1 Aktif Akreditasi: A

Mahasiswa

18

Manajemen

S1 Aktif Akreditasi: Baik Sekali

Mahasiswa

239

Manajemen

S2 Aktif Akreditasi: Baik

Pendidikan Agama Hindu

S3 Aktif Akreditasi: Unggul

Mahasiswa

7

Pendidikan Agama Hindu

S1 Aktif Akreditasi: Unggul

Mahasiswa

39

Pendidikan Agama Hindu

S2 Aktif Akreditasi: Baik Sekali

Mahasiswa

6

Pendidikan Seni Karawitan Keagamaan Hindu

S1 Aktif Akreditasi: A

Mahasiswa

56

Pendidikan Seni Karawitan Keagamaan Hindu

S1 Aktif Akreditasi: A

Mahasiswa

56

Pendidikan Seni Rupa dan Ornamen Hindu

S1 Aktif Akreditasi: B

Mahasiswa

43

Pendidikan Seni Tari Keagamaan Hindu

S1 Aktif Akreditasi: B

Mahasiswa

47

Pengobatan Tradisional Indonesia

D4 Aktif

Perencanaan Wilayah Dan Kota

S1 Aktif Akreditasi: B

Mahasiswa

2

Sistem Informasi

S1 Aktif Akreditasi: Baik

Mahasiswa

76

Teknik Sipil

S1 Aktif Akreditasi: Baik Sekali

Mahasiswa

56

Informasi Institusi


Kategori

Pendidikan Tinggi

Sub Kategori

Perguruan Tinggi Keagamaan Hindu (PTKH)

Koordinat

-8.63361050, 115.24111770

Status

⭐ Institusi Unggulan

Statistik Kunci


Total Mahasiswa

877

Dosen NIDN

159

Demografi


Mahasiswa

Pria 697 (79%)
Wanita 180 (21%)

Dosen NIDN

Pria 50 (31%)
Wanita 109 (69%)

Informasi Kontak

  • Alamat

    Tembau, Jl. Sangalangit, Penatih, Kec. Denpasar Tim., Kota Denpasar, Bali 80238, Denpasar, Bali