Pasraman Non Formal Budi Pekerti Nawasena - Sagara Widya
Gambar Latar Pasraman Non Formal Budi Pekerti Nawasena
Pendidikan Dasar Menengah

Pasraman Non Formal Budi Pekerti Nawasena

Gianyar, Bali

Tentang Institusi


Pesraman Budhi Pekerti Nawasena merupakan pasraman non formal yang biasanya memanfaatkan waktu setelah anak-anak selesai belajar di sekolah. Berdirinya pesraman budi pekerti nawa sena juga dilandasi oleh kecintaan terhadap seni, budaya dan Bali. Pandemi covid 19 banyak memberikan pembelajaran kepada kita salah satunya adalah dimana mulai munculnya pendidikan daring, dimana siswa di arahkan dalam proses pembelajaran menggunakan media online salah satunya adalah penggunaan smart phone. Bisa kita amati secara tidak langsung penggunaan smart phone tersebut juga memicu anak-anak ketergantungan terhadap gadget tersebut. Lock down pada saat pandemi covid tersebut juga menyebabkan anak-anak tidak produktif dan juga sibuk pada duanianya sendiri, secara perlahan hal ini juga mengikis sikap sosial yang ada pada lingkungan sekitarnya. Situasi seperti ini dalam jangka panjang jika dibiarkan tentunya akan menimbulkan efek negatif dalam perkembanganya. Setelah masa lock down dilonggarkan dengan berkegiatan terbatas kami merasa terpanggil untuk dapat memperbaiki situasi seperti ini. Dimulai dari catatan kecil untuk menorehkan ide dan gagasan yang sekiranya dapat dikembangkan untuk bisa menumbuhkan sikap sosial anak-anak serta kecintaan mereka terhadap kesenian dan budaya Bali maka tercetuslah sebuah ide untuk mengembangkan sebuah wadah belajar dalam bentuk pasraman yakni pasraman “ Budhi Pekerti Nawasena” Dari ide ini kemudian kami berusaha untuk menyampaikan kepada pihak aparat desa baik secara adat maupun secara dinas, atas asung kerta wara nugraha Ida Sang Hyang Widhi kegiatan ini kemudian mendapatkan dukungan dari semua aparat desa demiakian juga tokoh desa dan masyarakat sekitar. Maka pada tanggal 2 Mei 2021 secara resmi pesraman Budi Pekerti Nawasena secara resmi mulai disahkan. Pada awal perkembangan pesraman ini menggunakan tempat di wantilan Desa, namun melihat situasi wantilan yang kurang kondusif karena berdekatan dengaan jalan raya, kemudia tempat belajar pesraman dipindahkan ke tempat yang lebih representatif. Pendirian bangunan pesraman didominasi oleh bambu sebagai bentuk apresiasi kepada masyarakat sekitar dan juga desa, dimana desa blega juga dikenal sebagai pengarjin bambu. Secara filosofis bambu juga memiliki ruas yang dalam bahasa Bali disebut “Buku” buku inilah sebagai simbol pengetahuan yang harus dipelajari dalam kehidupan manusia dari kecil hingga akhir hayat. Proses pembangunan bngunan pesraman dilakukan secara swadaya oleh masyarakat secara bergotong royong hal ini mengindikasikan bahwa kegiatan pesraman didukung penuh oleh masyarakat sekitar. Pembelajaran di pasraman Budhi Pekerti Nawasena dilaksanakan setiap hari Sabtu dan Juga minggu. Sabtu dilaksanakan pada sore hari dengan kegiatan nyurat aksara Bali sedangkan minggu untuk kegiatan budhi pekerti dan juga agama. Dalam perjalananya materi-materi yang dijarkan juga semakin beragam seperti pelatihan menabuh, menari, menabuh gender, angklung, dan sebagainya. Tenaga pendidik yang kami pakai saat ini adalah berkolaborasi dengan penyuluh baha Bali dan Juga Penyuluh agama Hindu. Disamping itu kami juga bekerjasama dengan berbagai instansi pendidikan seperti SMKN 1 Sukawati dan Juga Beberapa universitas di Provinsi Bali. Beberapa torehan prestasi juga sempat kami dapatkan seperti juara II Lomba Gender tingkat Kabupaten.

Informasi Pesraman


Tipe Pesraman

Pesraman Non Formal

Informasi Institusi


Kategori

Pendidikan Dasar Menengah

Sub Kategori

Pesraman Non Formal

Koordinat

-8.63761830, 115.17389730

Status

⭐ Institusi Unggulan

Statistik Kunci


Total Siswa

25

Total Guru

7

Demografi


Siswa

Pria 12 (48%)
Wanita 13 (52%)

Guru

Pria 4 (57%)
Wanita 3 (43%)

Informasi Kontak

  • Alamat

    Br. Jasri Belega, Desa Belega, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar, Provinsi Bali, Gianyar, Bali